PALANGKA RAYA. Kaltengtimes.co.id – Dalam rangkaian memperingati Hari Gizi Nasional ke-63, Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Ahli Gizi (DPD PERSAGI) Kalimantan Tengah yang dipimpin oleh Ketua DPD PERSAGI Kalteng Ibu Ririn Noorhaisna Raffela, SP, M.Pd menunjuk ibu Nila Susanti, SKM, MPH sebagai Ketua panitia peringatan hari gizi nasional ke 63 tahun 2023 dan merencanakan berbagai rangkaian kegiatan yang dimulai tanggal 30 Januari 2023 sd 18 Februari 2023.

Ketua Panitia Pelaksana kegiatan Nila Susanti, SKM, MPH melalui press release yang disampaikan ke media ini, Rabu (9/2/23) menjelaskan, bahwa pada dasarnya stunting adalah masalah gizi kronis pada balita yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak seusia nya. Anak yang menderita stunting akan lebih rentan terhadap penyakit dan ketika dewasa berisiko untuk mengidap penyakit degeneratif. Dampak stunting tidak hanya pada segi kesehatan tetapi juga mempengaruhi tingkat kecerdasan anak. Anak merupakan asset bangsa di masa depan. Bisa dibayangkan, bagaimana kondisi sumber daya manusia Indonesia di masa yang akan datang jika saat ini banyak anak Indonesia yang menderita stunting. Dapat dipastikan bangsa ini tidak akan mampu bersaing dengan bangsa lain dalam menghadapi tantangan global.

Upaya pencegahan baiknya dilakukan sedini mungkin. Pada usia 1.000 hari pertama kehidupan, asupan gizi yang baik sangat dianjurkan dikonsumsi oleh ibu hamil. Tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan gizi dirinya, asupan gizi yang baik juga dibutuhkan jabang bayi yang ada dalam kandungannya. Seiring dengan semakin meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengaturan makanan untuk mendapatkan kesehatan yang optimal maka perlu dilakukan sosialisasi tentang pentingnya pengaturan gizi seimbang sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) manusia yang mana merupakan masa paling kritis untuk dasar pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Pemenuhan kebutuhan gizi yang sesuai kebutuhan akan meningkatkan status kesehatan, status gizi, dan kekebalan tubuh, sehingga tercipta generasi bangsa yang berkualitas yang siap melaksanakan pembangunan di segala bidang.

Protein hewani adalah kunci tumbuh kembang anak. Asam amino terdapat pada protein hewani, asam amino sangat dibutuhkan anak untuk tumbuh kembang dan kecerdasannya. Tubuh memerlukan 20 asam amino 9 diantaranya bisa dihasilkan oleh tubuh, sementara 11 diperoleh dari makanan. Makanan yang mengandung asam amino adalah protein hewani. Protein hewani mengandung lebih tinggi vitamin B12, vitamin D, DHA dan Zinc dari pada protein nabati atau sayuran. Kandungan asam amino yang berasal dari protein hewani lebih lengkap untuk pertumbuhan dan kecerdasan anak.
Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) sebagai organisasi profesi gizi terpanggil untuk berpartisipasi mewujudkan status gizi yang baik bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dalam rangka Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) yang diperingati setiap tanggal 25 Januari menjadi momentum untuk mewujudkan niat mulia anggota PERSAGI dalam pengabdian kepada masyarakat. Hari Gizi Nasional (HGN) ke-63 tahun 2023 ini bertemakan “CEGAH STUNTING DENGAN PROTEIN HEWANI”. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PERSAGI bekerjasama dengan DPC dan Institusi Pendidikan Gizi akan melakukan kegiatan Senam bugar dan sehat yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi lauk hewani dalam mencegah terjadinya stunting.
Beragam rangkaian kegiatan menyambut hari gizi nasional ke 63 oleh DPD PERSAGI Kalteng, dilanjutkan dengan kegiatan bakti sosial kedua berupa penyuluhan dan demo masak pada ibu hamil, ibu menyusui dan ibu balita yang dilaksanakan di Posyandu Rahayu Woro wilayah kerja Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya bersamaan dengan kegiatan peresmian dan pembukaan Posyandu Rahayu Woro yang di buka oleh ibu Avina Fairid Narapin (Istri Walikota Palangka Raya) yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 4 Pebruari 2023 lalu.

Kegiatan penyuluhan diisi dengan penyuluhan tentang pengaturan makanan dan edukasi setiap makan isi piringku kaya protein hewani pada ibu hamil, ibu menyusui dan balita menggunakan bahan makanan lokal, dilanjutkan diskusi dan tanya jawab.
Kegiatan demo masak dengan membuat 2 menu, yaitu menu ibu hamil berupa : nasi putih, Juhu Umbut Rotan Kuluk Lauk Patin, tempe goreng tepung dan buah naga dengan nilai gizi : Energi : 625,5 kkal, Protein : 31,6 g, Lemak : 17,9 g dan Karbohidrat : 85,5 g; Sedangkan menu ibu menyusui berupa nasi putih, Juhu Ujau Lauk Baung CampurTahu, telur ayam rebus dan buah papaya, dengan nilai gizi : Energi : 575 kkal, Protein : 23,5 g, Lemak : 20,0 g dan Karbohidrat : 78,9 g. Kegiatan ini dikoordinatori oleh Ibu Agusnawati, AMG yang sekaligus sebagai Ketua DPC PERSAGI Kota Palangka Raya.
Untuk mendukung kegiatan baktisosial tersebut DPD PERSAGI diwakili oleh Sekretaris DPD PERSAGI Kalteng Ibu Banun Rohimah, S.Gz, M.Gizi menurunkan 4 petugasnya yang terdiri dari 3 orang Poltekkes Kemenkes Palangka Raya dan 1 orang Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah. Sedangkan dari DPC PERSAGI Kota Palangka Raya menurunkan sebanyak 14 orang, yang terdiri dari1 orang Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, 2 orang PKM Kalampangan, 1 orang PKM Kereng Bangkirai, 2 orang PKM Pahandut, 1 orang PKM Marina Permai, 2 orang PKM Jekan Raya, 2 orang PKM Bukit Hindu, 1 orang PKM Tangkiling, 1 orang PKM Kayon, 1 orang RS Bhayangkara.
Adapun sasaran kegiatan ini yaitu untuk ibu hamil sebanyak 10 orang, ibu menyusui sebanyak 10 orang dan ibu/pengasuh balita sebanyak 30 orang (red).




