Home Kalteng BPSDM Prov. Kalteng Gelar Workshop Peningkatan Kemampuan ASN Dalam Berkomunikasi di Deopan Publik
KaltengPemprov Kalteng

BPSDM Prov. Kalteng Gelar Workshop Peningkatan Kemampuan ASN Dalam Berkomunikasi di Deopan Publik

Share
Kepala BPSDM Prov. Kalteng, Sri Widanarni saat membacakan sambutan nya. (Photo/ist)
Share

PALANGKA RAYA, Kaltengtimes.co.id – BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Workshop Komunikasi dan Presentasi Yang Efektif Bagi ASN, yang dilaksanakan secara daring dari ruang kerja masing-masing, Selasa (14/6). Workshop tersebut diikuti 115 orang yang berasal tidak hanya dari Kalimantan Tengah, tetapi juga berasal dari NTT, Sulawesi dan Jakarta.

Kepala BPSDM Prov. Kalteng Sri Widanarni saat membuka kegiatan workshop mengatakan bahwa workshop komunikasi dan presentasi ini sangatlah bermanfaat.  “Setelah mengikuti workshop, para peserta diharapkan mampu memahami, menguasai serta mempraktikkan strategi-strategi penyampaian komunikasi dan presentasi yang efektif,” ucapnya.

Materi pertama tentang teknik dan strategi komunikasi (public speaking in bureaucracy) yang disampaikan oleh Widyaiswara Kementerian Sekretariat Negara, Ahmad Taufik. Ia menjelaskan bahwa dalam praktiknya, pembicara perlu memperhatikan dan mengidentifikasi audiens, agar penyampaian pesan lebih terarah dan tersampaikan dengan baik.  “Salah satu strategi meningkatkan antusias peserta yaitu dengan mempersiapkan materi yang menarik,” kata Ahmad Taufik.

Sementara itu, materi kedua tentang Audience Mapping and Digital Speaking yang disampaikan oleh ketua umum Profesional Speakers Association dan juga penyiar beritasatu.tv, Donny De Keizer. Ia menyampaikan bahwa ada dua tujuan umum dalam berkomunikasi, yaitu to inform and to persuade. “Beberapa aspek perlu diperhatikan dalam memilih media presentasi, pentingnya belajar dari kesalahan juga menjadi salah satu strategi dalam teknik berkomunikasi,” ungkapnya.

Donny De Keizer juga menyatakan, mengidentifikasi audiens merupakan salah satu faktor penting, sehingga dalam penyusunan materi, gaya penyampaian dapat relevan dengan rentang usia audiens.

“Berdasarkan pengalaman, audiens muda lebih cenderung menyukai storytelling serta penyampaian materi menggunakan gambar dan video. Sedangkan audiens dewasa, lebih cenderung fokus kepada penyampaian materi secara sederhana dengan diikuti contoh-contoh yang relevan,” pungkasnya. (red)

 

Share
Related Articles

Bangkit Pemuda Kalteng Serukan Gerakan Bersama Cegah Karhutla

Palangka Raya, KaltengTimes.co.id — Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan...

Gubernur Kalteng Pastikan Warga Terdampak Karhutla Tetap Mendapat Bantuan

Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan masyarakat terdampak kebakaran hutan...

Karhutla Kembali Berkobar Polda Kalteng Kerahkan Satgas Gabungan

PALANGKA RAYA – Polda Kalimantan Tengah bersama seluruh unsur Satuan Tugas (Satgas)...

Teknologi Nanogel Berbasis Dawen Sawang Bahandang: Inovasi Mahasiswa UPR untuk Terapi Antimikroba Infeksi Kulit

PALANGKA RAYA, Kaltengtimes.co.id - Mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu...