Kuala Kapuas, kaltengtimes.co.id – Posko Induk Karhutla Kabupaten Kapuas yang didirikan di Kantor BPBD sejak ditetapkannya status tanggap darurat karhutla dan Kekeringan, 24 jam setiap harinya berjaga dan standby beberapa regu yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD, Relawan mandiri, Brimob dan Organisasi media/jurnalis. Demikian halnya Posko-Posko yangbtersebar di seluruh Kecamatan, para petugas tetap berjaga selama 24 jam penuh.
Berada di puncak kenarau, dan kekeringan telah membuat meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan yang membuat regu pengendalian harus berjibaku setiap harinya karena kejadian karhutla bisa terjadi beberapa kali di titik berbeda dalam satu hari.
Tim Kesiapsiagaan (Timposlap Regu 3) Posko Induk, hari ini Sabtu 19/9/2026, juga masih harus terus berjibaku dalam melakukan pemadaman kebakaran lahan yang terjadi di dekat kawasan pemukiman di handel Ulis, jalan Pemuda Kelurahan Selat Utara.
Informasi dari Posko Induk menyebutkan bahwa laporan kejadian diterima sekitar pukul 12.06 wib dengan lokasi berada di titik kordinat -2,965473, 114,411575.
Sebagaimana disampaikan Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Kapuas, M. Haris, begitu menerima laporan Tim yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Damkar Induk, Relawan dan kelompok swadaya langsung bergerak dan tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 wib dan langsung melakukan upaya pemadaman.
“Beberapa kendala seperti jarak dan kesulitan sumber air membuat upaya pemadaman sedikit mengalami hambatan sehingga tim harus bekerja keras dan berjibaku termasuk membuat pemblokiran sebaran api. Api baru dapat dipadamkan sekitar 3 jam kemudian tepatnya sekitar pukul 15.15 wib. Setelahnya dilakukan pembasahan dan memastikan bahwa api di lahan seluas 2 hektare yang terbakarr telah benar-benar padam. “Ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Pangeran Sojuaon Pandiangan, S.Hut, MM, kembali mengingatkan seluruh anggota tim untuk tetap berhati-hati dan waspada saat melakukan aksi pemadaman. Utamakan keselamatan, jika dekat kabel listrik, pastikan dulu bahwa arus telah dimatikan, “tegasnya.
Hal itu Ia tegaskan karena informasi dari Posko Induk menjelaskan bahwa sehari sebelumnya ada anggota tim poslap yang sempat terkena setrum, untung saja tidak berakibat fatal.
“Meski kemarau ini sebagaimana prakiraan BMKG, bisa sampai Nopember bahkan Desenber, namun kita tetep berharap dan berdo’a kiranya masa kemarau dan kekeringan ini bisa segera berakhir dan turun hujan. *Tutup Pangeran. (Nas)
