Palangka Raya, Kaltengtimes.co.id – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk melakukan refleksi diri sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Semangat hijrah yang menjadi makna utama Tahun Baru Islam dinilai tetap relevan untuk menjawab berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan pembangunan yang dihadapi bangsa saat ini.
Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, mengatakan Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi penanda pergantian kalender Hijriah, tetapi juga mengandung pesan mendalam tentang perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, baik dalam lingkup pribadi, keluarga, masyarakat, maupun kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Momentum 1 Muharram 1448 Hijriah hendaknya menjadi kesempatan bagi kita semua untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki kualitas kehidupan, memperkuat persatuan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).
Menurut Faridawaty, nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa hijrah Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya keberanian melakukan perubahan positif, memperkuat solidaritas sosial, serta membangun optimisme dalam menghadapi berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.
a menilai, Indonesia saat ini membutuhkan semangat kebersamaan yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Oleh karena itu, peringatan Tahun Baru Islam harus dimaknai sebagai sarana mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, dan meningkatkan semangat gotong royong di seluruh lapisan masyarakat.
Faridawaty mengatakan, masyarakat Kalimantan Tengah memiliki modal sosial yang sangat kuat melalui budaya Huma Betang yang selama ini menjadi perekat keberagaman. Nilai-nilai kebersamaan, saling menghormati, dan hidup berdampingan secara harmonis merupakan kekuatan yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan ajaran Islam yang menempatkan persaudaraan, keadilan, dan kemaslahatan bersama sebagai bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, semangat Tahun Baru Islam perlu dijadikan pengingat untuk terus menjaga kerukunan dan persatuan di tengah keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia.
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah dan nasional tidak hanya bergantung pada kemajuan infrastruktur, tetapi juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Oleh sebab itu, momentum 1 Muharram menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas diri, memperkuat karakter, serta memperluas kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Faridawaty juga mengajak generasi muda untuk menjadikan semangat hijrah sebagai motivasi dalam meningkatkan kapasitas diri agar mampu menghadapi perkembangan zaman yang semakin dinamis. Generasi muda, katanya, memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah dan masa depan bangsa.(Z)
