Palangka Raya, Kaltengtimes.com – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Disdik Kalteng) menargetkan penguatan kapasitas guru dan peserta didik dalam bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), coding, serta implementasi Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) sebagai fokus utama kebijakan pendidikan tahun 2026. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, saat memimpin rapat koordinasi daring bersama pengawas dan kepala SMA, SMK, serta Sekolah Khusus (SKH) se-Kalimantan Tengah, Senin (19/1/2026).
Reza menegaskan, penguasaan teknologi menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari agar dunia pendidikan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tuntutan global. “Kalau di pusat orang berbicara STEM, kita di daerah harus sudah masuk pada tahap implementasi. STEM ini harus berdampak dan memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran guru dalam mengintegrasikan pemanfaatan AI dan coding ke dalam proses pembelajaran. Sebagai langkah konkret, Disdik Kalteng mendorong pembentukan research club di setiap satuan pendidikan. Melalui program ini, setiap sekolah ditargetkan mampu menghasilkan minimal satu riset atau inovasi setiap tahun yang dilakukan oleh peserta didik dengan bimbingan guru. “Yang melakukan riset adalah siswa, bukan guru. Guru berperan sebagai pembimbing yang mengarahkan sesuai potensi sekolah,” tegasnya.
Untuk jenjang SMA, riset didorong melalui kolaborasi lintas mata pelajaran seperti biologi, fisika, dan kimia. Sementara itu, Sekolah Khusus (SKH) diharapkan mampu menggali keunggulan peserta didik untuk dikembangkan menjadi inovasi yang bernilai.
Reza juga mencontohkan potensi lokal sebagai sumber riset, seperti pengembangan produk berbasis komoditas daerah. “Di Basarang misalnya, potensi nanas sangat besar. Inovasi bisa lahir dari hal sederhana yang dekat dengan kehidupan siswa,” piungkasnya.(red)




