Home Legislatif DPRD Katingan Legislator: Dapil II Masih Kekurangan Nakes dan Guru
DPRD Katingan

Legislator: Dapil II Masih Kekurangan Nakes dan Guru

Share
Firdaus ST
Share

KASONGAN, kaltengtimes.co.id-Anggota DPRD Katingan Firdaus menyebutkan saat ini, daerah pemilihan (dapil) Katingan II di wilayah Kecamatan Tasik Payawan, Kamipang, Mendawai dan Katingan Kuala masih kekurangan tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga pendidikan (guru). Hal ini disampaikan Firdaus ST kepada sejumlah awak media, Rabu (27/4).

Menurut Firdaus, kurangnya nakes dan guru di empat wilayah Kecamatan tersebut terungkap saat dirinya menghadiri salah satu kegiatan reses di empat Kecamatan tersebut, beberapa waktu lalu. “Bahkan, masyarakat setempat ketika kami datang ke sana langsung meminta agar secepatnya ditempatkan nakes dan guru dimaksud,” ujarnya.

Adapun sejumlah guru yang kurang atau yang kebutuhannya sangat mendesak menurutnya, diantaranya guru agama Islam, Kristen dan Hindu, guru matematika, guru bahasa Inggris dan guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di beberapa sekolah. Sedangkan nakes, diantaranya bidan dan perawat di beberapa Pustu.

Kendati ada sebagian nakes dan guru yang sudah ditugaskan di Pustu dan di beberapa sekolah tersebut, namun masyarakat setempat menurutnya tetap mengeluh. Penyebabnya lantaran sebagian nakes dan guru yang ditugaskan di wilayah tersebut tidak maksimal dalam menjalankan tugasnya. “Hal seperti itu kemungkinan mereka ada yang Dinas Luar (DL),” kata Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Terkait dengan kekurangan guru, dirinya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Katingan melalui Dinas Pendidikan setempat agar secepatnya menempatkan guru-guru yang dibutuhkan ke sekolah-sekolah yang kekurangan guru tersebut.

Karena, jika satu orang saja gurunya tidak ada atau tidak lengkap, dikhawatirkan siswa dan siswi di sekolah tersebut sulit bersaing dengan siswa dan siswi di sekolah lain yang sudah lengkap guru-gurunya.

Begitu pula dengan pustu, jika di Pustu di satu desa tidak ada bidan dan perawatnya, selain dikhawatirkan tingkat kesehatannya menurun, dan masyarakat setempat juga akan kesulitan jika ingin berobat.

“Kemudian yang lebih mengkhawatirkan lagi, ketika ada ibu-ibu yang ingin melahirkan, harus dibawa kemana?. Sementara ingin dibawa ke Puskesmas yang ada d ibukota Kecamatan, infrastruktur jalannya dan waktunya telalu jauh,” pungkas anggota dewan asal dapil Katingan II ibi. (red)

Share
Related Articles

Anggota Komisi III DPRD Kota Jati Asmoro Soroti Masalah Tingginya Angka Pengangguran di Palangka Raya

Palangka Raya. Kaltengtimes.co.id -- Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Jati...

Anggota DPRD Kota Jati Asmoro Tekankan Peran Kepala Sekolah Untuk Memotivasi Guru Mengikuti PPG

Palangka Raya. Kaltengtimes.co.id -- Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Jati...