Home Kalteng Menggali Potensi Wakaf di Indonesia dengan Penguatan Literasi Kepada Masyarakat
KaltengPemprov Kalteng

Menggali Potensi Wakaf di Indonesia dengan Penguatan Literasi Kepada Masyarakat

Share
Pengusaha muda Andrio Caesario yang turut hadir dalam silahturahmi dan buka bersama dengan Forum Jurnalis Wakaf Indonesia (Forjukafi), di Warung Wow, Jakarta Selatan. (Photo/ist)
Share

JAKARTA. Kaltengtimes.co.id — Potensi wakaf di Indonesia sangatlah besar. Misalnya saja wakaf uang, berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia (BWI) tahun 2020, Potensi wakaf uang di Indonesia mencapai Rp 180 triliun, namun saat ini yang baru berhasil dihimpun baru sekitar Rp 860 miliar.

Kesenjangan antara potensi dan realisasi ini salah satunya disebabkan oleh tingkat literasi wakaf yang masih rendah, yakni skor indeksnya baru sebesar 50,48 berdasarkan studi BWI dan Kemenag tahun 2020. Alasan ini semakin memperkuat bahwa penguatan literasi wakaf kepada masyarakat merupakan hal penting.  Pengusaha muda Andrio Caesario yang turut hadir dalam silahturahmi dan buka bersama dengan Forum Jurnalis Wakaf Indonesia (Forjukafi), di Warung Wow, Jakarta Selatan, Senin malam (17/4/23) mendukung Forjukafi mengambil peran lebih besar dalam penguatan literasi tersebut.

“Saya mengapresiasi program-program Forjukafi yang aktif terkait literasi tentang wakaf dan zakat di tanah air, program-program tersebut harus dilanjutkan karena bagian dari mengedukasi masyarakat tentang wakaf,” ujarnya.

Menurut Rio, program literasi semacam ini diharapkan mampu mengefektifkan potensi wakaf dan zakat yang mencapai ratusan triliun tersebut. “Karena dengan literasi, masyarakat jadi lebih mengetahui apa itu wakaf dan apa manfaatnya bagi ekonomi nasional.”

Pengusaha muda berdarah Lampung yang namanya cukup eksis di bisnis pertambangan, perkebunan, pertanian, ini meyakini jika literasi masyarakat tentang wakaf telah memadai, maka pengembangan wakaf nasional dapat ditingkatkan.

Rio mengungkapkan, wakaf membawa banyak manfaat bagi masyarakat, termasuk mengurangi ketergantungan pemerintah terhadap pinjaman dana asing. “Karena dana wakaf ini dapat digunakan untuk program-program pembangunan nasional, misalnya infrastruktur, pendidikan, dan banyak lagi,” tambah Rio.

Rio merupakan pengusaha muda yang telah mencicipi banyak bisnis. Di usianya yang masih muda ia telah berkecimpung di bisnis pertambangan. Kemudian ia juga telah merambah bisnis perkebunan.

Terakhir pria yang gemar musik lawas ini terjun ke bisnis kuliner dengan turut menjadi pemilik Warung WOW KWB (Kawasan Wisata Batu), yang terletak di bilangan Buncit, Jakarta Selatan. (red)

Share
Related Articles

Wagub Kalteng, H. Edy Pratowo Dorong Lulusan UMPR Jadi SDM Kompetitif

Palangka Raya, Kaltengtimes.co.id – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, menghadiri Wisuda...

Dorong Investasi dan Akses Pasar, Kalteng–Jatim Jalin Kemitraan Strategis

Palangka Raya, Kaltengtimes.co.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Provinsi Jawa Timur...

Kunker Komisi II DPR RI, Persoalan Agraria di Kalteng Disorot

Palangka Raya, Kaltengtimes.co.id – Sinergi antara pemerintah pusat, DPR RI, dan pemerintah...

Pemprov Kalteng Dukung LBH Antang Damang sebagai Pelindung Hak Masyarakat Rentan

Palangka Raya, Kaltengtimes.co.id -- Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik...